Rabu, 11 Juni 2014

Telkomsel Bakal Jual Google Glass, Harganya?

JAKARTA, KOMPAS.com — Operator telekomunikasi Telkomsel berencana menjual Google Glass di Indonesia. Perusahaan sedang mempelajari peluang untuk memasarkan kacamata pintar buatan Google tersebut.

Vice President Technology & System Telkomsel Ivan C Permana mengatakan, pihaknya masih berkomunikasi dengan Google untuk peluang kerja sama tersebut. Namun, Ivan belum bisa memastikan kapan produk itu bakal dikomersialkan di Indonesia.

Telkomsel rencananya akan mendatangkan Google Glass melalui SingTel, salah satu pemegang saham Telkomsel. Jika hal itu memungkinkan, maka Telkomsel bakal menjual Google Glass di kisaran Rp 15 juta sampai Rp 20 juta, dan dibundel dengan layanan Telkomsel.

"Kita masih pelajari dan melihat animo masyarakat. Dari sana akan kelihatan berapa unit yang diperlukan," ujarnya di sela acara Telkomsel Digi Expo 2014 di Jakarta, Selasa (22/4/2014). Ivan melanjutkan, Telkomsel juga memerhatikan soal izin dari regulator karena produk ini kerap dikaitkan dengan isu privasi. 

Di acara Telkomsel Digi Expo 2014 ini, Google Glass menjadi salah satu produk yang dipamerkan Telkomsel.

Google Glass masuk dalam kategori perangkat pintar yang bisa dipakai di tubuh manusia atau wearable device.

Produk yang diperkenalkan dalam konferensi pengembang aplikasi Google I/O pada Juni 2012 ini sebelumnya hanya dijual kepada orang-orang terpilih. 

Untuk umum, Google telah menggelar penjualan Glass pada Selasa (15/4/2014). Dalam penawaran yang berlaku selama satu hari tersebut, Google membanderol Glass seharga 1.500 dollar AS (sekitar Rp 17 juta), ditambah bonus sepasang kaca lensa atau sebuah bingkai.

Pada penjualan perdana tersebut, Google Glass ludes terjual, dibeli oleh mereka yang penasaran dengan kemampuan yang dimiliki kacamata pintar ini.

Sabtu, 17 Mei 2014

Ridwan Kamil Pimpin Langsung Penyegelan Minimarket Ilegal

Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyambangi salah satu minimarket di Jalan Sunda. Beserta sejumlah pejabat Pemkot Bandung, Emil sapaan Ridwan, memimpin langsung penyegelan swalayan ilegal itu.

Emil tiba di minimarket MOR Store sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (17/5/2014). Dia didampingi beberapa pejabat antara lain Kasatpol PP Kota Bandung Ferdi Ligaswara dan Kadisperindag Kota Ema Sumarna.

Kedatangan mendadak Emil bersama jajarannya ini mengejutkan pegawai MOR Store dan konsumen yang tengah belanja di lantai satu. Serupa dengan belasan pengunjung lainnya di lantai dua atau area makan minum.

"Keluar ya. Maaf mengganggu," kata Emil memerintahkan kepada pengunjung agar segera meninggalkan bangunan MOR Store.

Orang nomor satu di Pemkot Bandung tersebut berbincang dengan seorang pria mengaku bernama Alki yang menjabat Area Supervisor MOR Store Jalan Sunda. "Saya bukan menghalangi ekonomi. Tolong ikuti aturan. Tahu 'kan salah? Saya segel dulu. Tunjukan kalau ada izin," kata Emil bernada suara tenang.

Pria lawan bicara Emil itu hanya menganggukan kepala. Emil meminta sejumlah petugas Satpol PP segera menyegel minimarket. "Tolong karyawannya pulang. Matikan lampunya," ucap Emil yang terbalut jaket hitam.

Kepada wartawan, Emil menyebut alasan minimarket tersebut disegel. Kajian dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) ternyata MOR Store di Jalan Sunda itu keberadaannya ilegal. Emil menjelaskan juga jika Pemkot Bandung sudah melakukan moratorium perizinan minimarket sejak 2012

SUMBER : http://news.detik.com/bandung/read/2014/05/17/191939/2584830/486/ridwan-kamil-pimpin-langsung-penyegelan-minimarket-ilegal